Bertambah 12.500 dalam 1,5 Tahun, Pegawai Blok Rokan Kini Jadi 37.500 Orang

Presiden Jokowi meninjau proses produksi migas di Kawasan PT Pertamina Hulu Rokan Dumai.(IG:@jokowi)

JAKARTA – Hanya berselang 1,5 tahun setelah pengelolaan Blok Rokan dialihkan ke Pertamina Hulu Rokan, jumlah pegawainya langsung menjadi 37.500 orang.

Ini berarti, terjadi penambahan sebanyak 12.500 orang dari jumlah pegawai sebelumnya sebanyak 25.000.

Data jumlah pegawai tersebut diperoleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika meninjau proses produksi minyak dan gas bumi (migas) di Kawasan PT Pertamina Hulu Rokan Dumai, Kota Dumai, Kamis (05/01/2023).

Peningkatan jumlah pegawai tersebut, diakui Jokowi sebaimana disampaikan pada akun Instagram resminya @jokowi, dilakuakn seiring dengan peningkatan produksi.

“Produksi minyak di Blok Rokan juga mulai meningkat signifikan. Saya mendorong agar produksi minyak di sini mencapai 400 ribu barel per hari,” kata Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, Blok Rokan sepenuhnya dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa Indonesia sendiri.

“Ini memberi keyakinan kepada kita bahwa sumberdaya manusia Indonesia memiliki potensi besar dalam pengelolaan migas,” ungkapnya.

Diketahui, dilansir dari esdm.go.id, setelah hampir 50 tahun dikelola PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI), Blok Rokan akhirnya diserahkan ke PT Pertamina (Persero) pada tahun 2021 . Pemerintah telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak PT CPI dan memberikan hak pengelolaan ladang minyak tersebut kepada PT Pertamina (Persero).(sub)

BAGIKAN