Pos Belanja Tahun 2023: Pendidikan Tertinggi, IKN Dapat Rp 23,9 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.(IG:@smindrawati)

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan sejumlah pos belanja penting di tahun 2023 ini. Belanja tertinggi masih ditempati sektor pendidikan, yang mencapai Rp 612 triliun. Ini membuktikan begitu besar perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di tanah air.

Pos belanja terbesar kedua adalah Perlindungan Sosial (Perlinsos) Rp476 triliun. Disusul Infrastruktur sebesar Rp392 triliun dan ketahanan energi Rp341 triliun. Berikut kesehatan Rp178 triliun serta ketahanan pangan Rp104,2 triliun.

Yang menarik, untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) dianggarkan Rp23,9 triliun. Sedangkan untuk pentahapan Pemilu Rp21,86 triliun.

“(Ini) diharapkan dapat menjaga ekonomi Indonesia dari berbagai guncangan di tahun 2023,” sebut Sri Mulyani, dilansir Express.co.id dari akun instagram resminya @smindrawati.

Penjelasan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani setelah Sidang Kabinet Paripurna di Istana Presiden, Minggu sore (16/1). Di mana ia dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan terkait evaluasi APBN 2022 dan arahan APBN di tahun 2023.

Disampaikan, selama tahun 2022, APBN telah menjadi instrumen yang menjaga dan menstabilkan masyarakat dari berbagai guncangan global, sehingga perekonomian Indonesia pulih dan tumbuh. Diprakirakan sekitar 5,2% – 5,3% (yoy) untuk tahun 2022.

Lanjut Menkeu, pemulihan ekonomi terjadi di seluruh pulau dan sektor. Yakni pulau Sumatera 4,71%; Kalimantan 5,67%; Sulawesi 8,24%; Maluku 7,51%; Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) 6,69%; dan Jawa 5,76%. Sehingga menurunkan angka pengangguran pada tahun 2022 dari 7,1% ke 5,9% dan kemiskinan dari 10,2% ke 9,5% .

“Yang sangat penting, belanja subsidi energi tahun 2022 mencapai Rp551 triliun sehingga masyarakat Indonesia hanya merasakan kenaikan sekitar 30% untuk pertalite dan diesel sementara di negara lain kenaikannya sangat tinggi,” kata dia.

Menteri Keuangan pun menyampaikan instruksi dari Bapak Presiden untuk menghadapi tahun 2023, yakni “Tetap optimis dan waspada.”

“Kita harus tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan meningkatkan akselerasi belanja negara dan mengutamakan penggunaan produk dalam negeri,” ujar Menkeu Sri Mulyani.(*)

BAGIKAN